14 Mei 2018

Bagaimana Cara Bank Mendapat Keuntungan


Bagaimana Cara Bank Mendapat Keuntungan

Sebenarnya sudah jelas keuntungan diperoleh dari selisih lebih pendapatan dari biaya operasionalnya. Jadi apa saja yang dilakukan bank memperoleh pendapatannya, dengan hitungan tertentu, biaya operasionalnya tidak lebih besar dari pendapatannya, dengan kata lain harus untung.



1. Pendapatan bunga pinjaman atau bagi hasil.
Nasabah bank menggunakan bank untuk menyimpan uangnya, karena alasan bisnis atau hanya alasan keamanan saja. Kemudian bank memberikan bonus tambahan atas simpanan nasabah berupa bunga simpanan. Selanjutnya dana yang sudah terkumpul tersebut digunakan untuk memberikan pinjaman kepada nasabah yang lain, yang dibebani bunga pinjaman selain pokok pinjaman. Biasanya bunga pinjaman lebih besar dari bunga simpanan sehingga diperoleh keuntungan. Bahkan inilah pendapatan (sumber keuntungan) utama bank tersebut.

2. Aset Sitaan.
Nasabah yang mengajukan pinjaman kepada bank diharuskan memberikan agunan sebagai jaminan atas pinjaman tersebut. Biasanya nilai agunan selalu lebih besar dari nilai pinjaman. Jika nasabah mengalami kemacetan pembayaran (kredit macet) maka agunan disita oleh bank untuk menutupi pinjaman yang macet. Bank dapat menjualnya (lelang) atau menyewakannya.

3. Pendapatan per Jasa (Fee based Income)
Selain memberikan bunga simpanan kepada nasabahnya, bank juga membebani mereka dengan biaya administrasi yang dipotong langsung dari simpanan nasabah secara rutin setiap bulan. Kemudian Bank berlomba-lomba memberikan jasa kemudahan bertransaksi kepada nasabahnya. Bahkan ini menjadi ujung tombak pemasaran untuk mendapatkan nasabah baru. Siapa yang tak mau hidupnya (transaksi bisnisnya) menjadi lebih mudah? Salah satu check point dari fee based income ini adalah ATM. Mulai dari pembuatan kartu ATM, dengan berbagai macam variannya, sampai pada fitur-fitur transaksi pada mesin ATM, semuanya dikenakan biaya administrasi. Mungkin  nilainya tidak seberapa, antara 2000 hingga belasan ribu, tapi coba kalikan dengan jumlah user-nya dan jumlah transaksi setiap harinya. Lumayan!. Coba bayangkan bank yang tidak punya ATM, sudah pasti akan ditinggalkan.

4. Investasi.
Sumber pendapatan berikutnya adalah investasi. Bank menawarkan kepada nasabahnya untuk ikut dengan suka rela berinvestasi dalam bentuk reksadana dengan imbalan bagi hasil atas investasi tersebut. Yang harus diperhatikan, dari sisi nasabah, investasi itu bisa untung tapi juga bisa rugi, sehingga tidak ada jaminan uang akan kembali, karena yang berinvestasi adalah nasabah sendiri.

5. Safe Deposit Box (SDB).
SDB adalah layanan menggunakan ruang (box) untuk menyimpan barang atau dokumen yang dijamin keamanannya oleh bank. Penggunaan jasa ini dikenakan biaya sesuai dengan box yang akan digunakan.

Seberapa aman?
- boxnya dari bahan baja.
- disimpan dalam ruang yang kokoh dan tahan api.
- membukanya harus menggunakan 2 kunci/ lubang kunci yang berbeda. Satu kunci dipegang nasabah, dan satu kunci dipegang nasabah.
- berasuransi.

Ukurannya?
Biasanya SDB punya 3 varian ukuran, yaitu: kecil, sedang, besar. Mungkin saja presisi ukurannya berbeda pada beberapa bank.  Misalnya ukuran kecilnya adalah 7x26x60 cm, ukuran sedangnya adalah 12x26x60 cm, dan ukuran besarnya adalah 25x 26x60 cm.

Berapa biaya sewanya?
Biaya yang dikenakan kepada penyewa SDB antara lain: uang sewa, uang jaminan kunci, dan denda keterlambatan (jika terlambat memperpanjang kontra sewanya). Uang sewa dikenakan per tahun sesuai ukuran antara 250.000 hingga 1 juta. Uang jaminan kunci akan dikembalikan pada akhir masa sewa. Tapi jika kunci nasabah hilang, maka dipakai untuk biaya penggantian kunci.

Ada Syaratnya?
Biasa... penyewa diharuskan punya rekening di bank tersebut, dan syarat rinci lainnya berbeda-beda pada masing-masing bank.

------- end.

05 Februari 2017

Advertise Here

Salam Jabat Kerjasama,

Anda dapat mencoba pasang iklan gratis di sini selama 2 bulan pertama.
selanjutnya, silakan ajukan permohonan.

Permohonan anda akan segera kami proses, maksimal 2 x 24 jam.

Penjelasan yang lebih rinci dapat ditanyakan via email:
:: z u l k a r n a i n . u @ g m a i l . c o m
:: m y q a r n a i n @ y a h o o . c o m

30 Januari 2017

Buku Besar

Rangkaian kegiatan setelah membuat Jurnal adalah memindahkan ayat-ayat (setiap baris jurnal / record) ke akun-akun yang sesuai. Kegiatan ini dikenal dengan istilah 'posting'.


Posting jurnal ke buku besar berkaitan dengan 4 hal berikut:
1. mencatat tanggal transaksi dan jumlah yang akan didebet atau dikredit ke dalam akun yang sesuai.
2. mengisi kolom 'referensi' dalam akun dengan nomor halaman buku jurnal, atau  nomor jurnal.
3. mengisi kolom 'referensi' dalam jurnal dengan kode akun yang bersangkutan, atau tanda contreng.
4. menghitung saldo masing-masing akun, sesuai dengan bentuk buku besar yang dipakai.

Ada  4 bentuk buku besar yang biasa digunakan, yaitu:
- Buku besar 2 kolom.
- Buku besar 3 kolom.
- Buku besar 4 kolom.
- Buku besar bentuk T atau 'T account'


Cara Posting ke Buku Besar 2 Kolom
Istilah 2 kolom mengacu pada kolom Debit dan kolom Kredit, seperti berikut ini:


Cara Posting ke Buku Besar 3 Kolom


Cara Posting ke Buku Besar 4 Kolom


Cara Posting ke Buku Besar 'T account'

Siklus Akuntansi

 KBBI mengartikan kata siklus  sebagai berikut:
siklus/sik·lus/ n putaran waktu yang di dalamnya terdapat rangkaian kejadian yang berulang-ulang secara tetap dan teratur; daur;
-- estrus masa kehidupan berkelamin yang terbatas dan timbul secara periodik pada mamalia;
-- hidup putaran hidup dari lahir sampai mati;
-- kardiak siklus dalam sekali denyut jantung
perhatikan pada bagian " ... rangkaian kejadian yang berulang-ulang secara tetap dan teratur."
Dengan demikian istilah Siklus Akuntansi dimaksudkan pada rangkaian kegiatan pencatatan transaksi hingga pelaporannya dilakukan berdasarkan urutan kegiatan yang tetap, teratur, dan berulang-ulang.
- tetap berarti sudah ditentukan caranya, jika ada beberapa pilihan metode, maka pilih salah satu dan gunakan secara tetap. Misalnya: Jurnal dibuat berdasarkan keseimbangan persamaan akuntansi, persediaan barang dagangan dapat dinilai dan dicatat dengan salah satu metode Lifo, atau Fifo, atau Average, kemudian konsisten menggunakan metode tersebut.
- teratur berarti sudah ditentukan medianya, kelengkapannya, bahkan nama atau istilah-istilahnya, dan konsisten menggunakan nama/ istilah tersebut. Misalnya jika sudah menggunakan istilah penyusutan, maka konsisten menggunakan istilah itu untuk hal-hal yang sama. Tidak menggunakan istilah depresisasi, walaupun maksudnya sama.
- kata berulang-ulang berarti menyelesaikan seluruh rangkaian dari awal hingga akhirnya, lalu diulangi kembali ke awal rangkaian.

Pada siklus akuntansi, satu rangkain kegiatan dari awal hingga akhirnya disebut 1 periode akuntansi. Biasanya 1 periode untuk masa 1 tahun atau 12 bulan kalender. Jika awal periode pada bulan Januari maka akhir periode pada bulan Desember. Boleh juga awal periode bulan lain selain Januari, tetapi akhir periodenya tetap 12 bulan kemudian, misal jika awal periode pada bulan April maka akhir periode pada bulan Maret tahun berikutnya.

Gambaran siklus akuntansi sebagai berikut :

          Neraca Awal Tahun (awal periode)
                    |
          Pencatatan transaksi pada dokumen transaksi
                    |
          Mencatat transaksi dalam Buku Jurnal
                    |
          Posting Jurnal ke Buku Besar
                    |
          Membuat Neraca Saldo
                    |
          Membuat Adjustment / Ayat Jurnal Penyesuaian
                    |
          Membuat Neraca Lajur
                    |
          Menyusun Laporan Keuangan
                    |
          Membuat Jurnal Penutup
                    |
          Neraca Akhir Tahun
          (neraca akhir tahun menjadi neraca awal tahun untuk periode berikutnya, sehingga siklusnya akan kembali ke atas/ ke posisi awal)

Masing-masing tahapan akan saya jelaskan pada artikel yang terpisah. Bisa jadi satu tahapan akan dijelaskan dalam beberapa artikel ditambah informasi lain yang berkaitan dengan tahapan tersebut.


*** semoga bermanfaat ***

29 Oktober 2013

Jurnal Umum



JURNAL UMUM

Jurnal (journal) merupakan catatan akuntansi yang pertama atau disebut books of original entry. Pencatatan transaksi dalam bentuk jurnal dilakukan berdasarkan data keuangan yang terdapat dalam bukti transaksi. Buku jurnal dicatat atau disusun secara historis dan kronologis sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi yang tercantum dalam bukti transaksi.

Ada 2 bentuk buku jurnal:
1. Jurnal Umum
2. Jurnal Khusus.

Jurnal khusus digunakan untuk mencatat jenis transaksi tertentu, seperti buku jurnal penjualan. Sedangkan jurnal umum bisa digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi.

Bentuk Standar Jurnal Umum
 ---------------------------------------------------------------------------------------------
|  Tanggal   |  Keterangan                   |   Ref      |    Debet       |    Kredit      |
----------------------------------------------------------------------------------------------
|                 |                                        |               |                     |                    |
|                 |                                        |               |                     |                    |

Contoh:
                                                                                                   Halaman: 1
----------------------------------------------------------------------------------------------
Tanggal         Keterangan                       Ref               D                         K
----------------------------------------------------------------------------------------------
2002
Juli      01      Biaya Gaji                                  15.000.000                      0
                            Kas                                                     0       15.000.000
                     (Bayar gaji karyawan) 
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.--.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
  Cara pengisian buku jurnal: 
1. Nomor halaman
Bagian ini diisi dengan angka nomor halaman yang bersangkutan, misalnya halaman 1, halaman 2.

2.  Tanggal
Tanggal transaksi dicatat berdasarkan tanggal yang terdapat dalam dokumen transaksi.
Pada akuntansi manual (menggunakan buku-jurnal) kolom tanggal biasanya dibagi 2 bagian. Pencatatan tanggal dilakukan dengan cara berikut:
- kolom pertama baris pertama diisi dengan angka tahun. Baris berikutnya diisi dengan nama bulan.
- kolom kedua diisi dengan angka tanggal.
Pada akuntansi berbasis komputer kolom tanggal hanya ada 1 dan diisi dengan format tertentu dari berbagai bentuk tanggal yang disediakan.

3. Keterangan
Kolom ini diisi dengan nama akun yang digunakan dalam jurnal dan keterangan singkat tentang transaksi yang dicatat dengan ketentuan sebagai berikut
- akun yang dicatat pada sisi Debet ditulis lebih dahulu.
- akun yang dicatat pada sisi Kredit ditulis setelah akun-akun Debet dan menjorok ke kanan.
- dibawah akun-akun kredit dituliskan keterangan atau penjelasan singkat tentang transaksi tersebut. Biasanya jurnal ditulis dengan tinta berwarna hitam dan keterangan ditulis dengan tinta berwarna biru.

Namun ketentuan tersebut tidak berlaku pada akuntansi berbasis komputer. Bisa jadi akun kredit yang berada pada baris pertama dan akun debet pada baris berikutnya. Keterangan ditulis pada kolom yang lain.

4. Referensi
Kolom ini diisi dengan nomor/ kode akun yang digunakan dan dilakukan pada saat transaksi tersebut telah dipindahkan ke buku besar (posting). Hal ini untuk menjadi tanda pekerjaan posting telah dilakukan atau belum.

5. Debet
Kolom ini diisi dengan angka nominal jumlah uang yang akan didebetkan pada akun yang bersangkutan.

6. Kredit
Kolom ini diisi dengan angka nominal jumlah uang yang akan dikreditkan pada akun yang bersangkutan. 

Pencatatan jurnal transaksi berikutnya dipisahkan dengan satu baris kosong.

ANALISA TRANSAKSI

Mencatat transaksi dalam jurnal dilakukan setelah melakukan analisa transaksi terhadap dokumen bukti transaksi, dengan cara sbb:
1. Tentukan akun yang akan digunakan atau terpengaruh oleh transaksi.
2. Tentukan pengaruh bertambah atau berkurang pada akun-akun tersebut.
3. Tentukan sifat Debet atau Kredit akun yang bertambah atau berkurang tersebut.
4. Hitung nilai masing-masing akun untuk dicatat disisi Debet atau Kredit

Sifat Debet atau Kredit dari (kelompok) akun berdasarkan pengaruh bertambah atau berkurang akun-akun tersebut karena transaksi, sbb:
-----------------------------------------------------------------------------------------
Akun/ Kelompok Akun                        Bertambah                 Berkurang
-----------------------------------------------------------------------------------------
Aktiva                                                            D                              K
Akumulasi Depresiasi                                   K                               D
Kewajiban                                                     K                               D
Modal/ Ekuitas                                              K                               D
Prive                                                             D                              K
Pendapatan                                                  K                               D
Harga Pokok Penjualan                               D                              K
Biaya                                                             D                              K
-------------------------------------------------------------------------------------------


28 April 2012

Sumber-sumber Dana Bank


Sumber-sumber Dana Bank

1.    Dana yang bersumber dari bank itu sendiri
2.    Dana yang bersumber dari masyarakat
3.    Dana yang berasal dari lembaga lain

Dana yang bersumber dari bank itu sendiri
1.    Modal saham
2.    Laba ditahan
3.    Laba yang belum dibagi

Dana yang bersumber dari masyarakat
1.    Tabungan
2.    Giro
3.    Deposito

Dana yang besumber dari lembaga lain
1.    Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI/ BLBI).
2.    Pinjaman antar bank
3.    Pinjaman bank luar negeri


Kegiatan Bank

A.    Bank Umum

Kegiatan bank umum sebagai berikut:

1.    Menghimpun dana (funding).
Kegiatan menghimpun dana atau membeli dana dari masyarakat dilakukan dengan cara menawarkan berbagai jenis simpanan yang biasa disebut rekening atau account.

Jenis-jenis simpanan:
a.    Simpanan giro (demand deposit).
Simpanan giro merupakan simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan  cek atau bilyet giro. Kepada pemegang rekening giro akan diberikan bunga yang disebut jasa giro. Besarnya jasa giro tergantung pada bank yang bersangkutan.

b.    Simpana tabungan (saving deposit).
Simpanan tabungan merupakan simpanan pada bank yang penarikan menggunakan buku tabungan atau ATM. Kepada pemegang rekening tabungan akan diberikan bunga tabungan. Besarnya bunga tabungan tergantung pada bank yang bersangkutan.

c.    Simpanan deposit (time deposit).
Deposito merupakan simpanan pada bank dalam jangka waktu tertentu (jatuh tempo) dan penarikannya sesuai dengan jangka waktu tersebut.

Jenis-jenis simpanan deposito:
-    Deposito berjangka.
-    Sertifikat deposito.
-    Deposit on call.

2.    Menyalurkan dana (lending).
Menyalurkan dana atau menjual dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat melalui pemberian pinjaman/ kredit. Kegiatan penyaluran dana ini disebut lending.

Jenis-jenis kredit yang ditawarkan:
a.    Kredit investasi.
Yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha yang melakukan investasi atau penanaman modal. Biasanya jangka waktu kreditnya lebih dari satu tahun.
Contoh: kredit untuk membangun pabrik, pembelian peralatan/ mesin.

b.    Kredit modal kerja.
Yaitu kredit yang digunakan untuk modal usaha. Biasanya jangka waktu kreditnya kurang dari satu tahun.
Contoh: kredit pembelian bahan baku, kredit gaji karyawan.

c.    Kredit perdagangan.
Yaitu kredit untuk para pedagang untuk memperlancar atau mengembangkan usahanya.
Contoh: kredit pembelian barang dagangan untuk supplier/ agen.

d.    Kredit produktif.
Yaitu kredit yang diberikan untuk membiayai suatu usaha, bisa berupa investasi, modal kerja, atau perdagangan.

e.    Kredit konsumtif.
Yaitu kredit untuk keperluan pribadi dan konsumtif.
Contoh: kredit perumahan, kredit kendaraan.

f.    Kredit profesi.
Yaitu kredit yang ditujukan pada kalangan profesi tertentu.
Contoh: kredit untuk guru, PNS.

3.    Jasa bank lainnya (services).
Jasa bank lainnya merupakan kegiatan untuk mendukung kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana. Namun kegiatan ini sangat membantu nasabah dan seringkali menjadi alasan nasabah untuk membuat rekening di bank tertentu. Kenyataannya saat ini kegiatan jasa bank lainnya ini mampu memberikan keuntungan fee based yang besar pada bank dibanding keuntungan dari spread based.

Jenis-jenis jasa bank:
1)    Transfer/ kiriman uang.
2)    Clearing/ kliring.
3)    Collection/ inkaso.
4)    Safe deposit box/ kotak penyimpanan.
5)    Bank card/ kartu kredit.
6)    Bank notes.
7)    Bank garansi.
8)    Bank draft.
9)    Letter of credit (L/C) / surat kredit.
10)    Travellers Cheque/ cek wisata.
11)    Penerimaan setoran (pajak, telepon, listrik, uang kuliah).
12)    Melakukan pembayaran (gaji, pensiun, deviden, kupon, bonus).
13)    Pasar modal.
          -    Penjamin emisi (underwriter).
          -    Penjamin (quarantor).
          -    Wali amanat (trustee).
          -    Perantara perdagangan efek (pialang/broker).
          -    Pedagang efek (dealer).
          -    Perusahaan pengelola dana (investment company).

B.    Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Kegiatan bank perkreditan rakyat sebagai berikut:
1.    Menghimpun dana dalam bentuk bentuk simpanan tabungan dan simpanan deposito.
2.    Menyalurkan dana dalam bentuk kredit investasi, kredit modal kerja, kredit perdagangan.

Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh BPR adalah:
1.    Menerima simpanan giro.
2.    Mengikuti kliring.
3.    Mengikuti kegiatan valuta asing.
4.    Mengikuti kegiatan perasuransian.

C.    Bank Campuran dan Bank Asing

Bank asing dan bank campuran merupakan jenis bank umum sehingga kegiatannya hampir sama seperti bank umum lainnya. Perbedaannya kegiatan bank asing dan campuran dikhususkan dalam bidang-bidang tertentu dan ada beberapa larangan.
Kegiatan bank asing dan bank campuran yang ada di Indonesia adalah:
1.    Menghimpun dana dalam bentuk simpanan giro dan simpanan deposito, tetapi tidak boleh dalam bentuk simpanan tabungan.
2.    Kredit yang diberikan diarahkan dalam bidang tertentu, seperti: perdagangan internasional, bidang industri dan produksi, penanaman modal asing/ campuran.
3.    Kredit yang tidak dapat dipenuhi oleh bank swasta nasional.
4.    Jasa-jasa bank lainnya seperti bank umum.

Ruang Lingkup Perbankan



Pengertian Bank

Menurut Undang-undang Nomor 10 tahun 1998:
Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dengan demikian bank berfungsi sebagai intermediasi atau perantara masyarakat yang kelebihan dana dan menyimpannya di bank dan masyarakat yang kekurangan dana dan meminjam dana dari bank. Jasa-jasa bank lainnya menjadi perantara antara 2 pihak yang bertransaksi dan bank menjadi penagih dan/atau pembayar transaksi tersebut.

Dari definisi tersebut diketahui bahwa bank mempunyai 3 kegiatan pokok, yaitu:
1.    Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan.
2.    Menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau kredit.
3.    Memberikan jasa-jasa bank lainnya.

Jenis-jenis simpanan yang ditawarkan sangat bervariasi, tetapi secara umum ada 3 jenis, yaitu:
1.    Simpanan giro (demand deposit).
2.    Simpanan tabungan (saving deposit).
3.    Simpanan deposito (time deposit).

Tujuan utama masyarakat menyimpan uangnya di bank:
1.    Untuk keamanan uangnya.
2.    Untuk investasi dengan harapan mendapatkan bunga simpanan.
3.    Untuk memudahkan melakukan transaksi pembayaran.

Bank memberikan kredit kepada masyarakat yang mengajukan permohonan kredit. Kemudian bank melakukan penilaian apakah kredit tersebut layak diberikan atau tidak. Penilaian tersebut dilakukan agar bank terhindar dari kerugian akibat tidak dapat dikembalikannya pinjaman yang disalurkan bank karena berbagai sebab. Jenis kredit/ pinjaman yang diberikan oleh hampir semua bank adalah kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit perdagangan.

Jasa-jasa bank lainnya merupakan jasa pendukung dari kegiatan utama bank yaitu menghimpun dan menyalurkan dana. Jasa-jasa bank lainnya yang biasanya diberikan bank adalah pengiriman uang (transfer), penagihan surat-surat berharga yang berasal dari dalam kota (clearing), penagihan surat-surat berharga yang berasal dari luar kota atau luar negeri (inkaso), letter of credit (L/C), safe deposit box, bank garansi, bank notes, traveller cheque.

Sebagai perantara keuangan bank akan memperoleh keuntungan dari selisih bunga yang diberikan kepada penyimpan (bunga simpanan) dan bunga yang diterima dari peminjam (bunga kredit). Keuntungan ini disebut Spread Based. Tetapi bagi bank syariah keuntungan tersebut disebut Bagi Hasil atau Profit Sharing.

Jasa-jasa bank lainnya yang diberikan oleh bank dipungut biaya yang besarnya tergantung  jenis jasa yang digunakan. Biaya yang dipungut meliputi biaya kirim, biaya tagih, biaya administrasi, biaya provisi dan komisi, biaya iuran, biaya sewa.  Keuntungan dari pungutan biaya-biaya ini disebut Fee Based.

Klasifikasi Bank

Klasifikasi bank berdasarkan fungsinya:

1.    Bank Sentral.
2.    Bank Umum.
3.    Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Bank sentral adalah bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perbankan dan keuangan di suatu negara. Disetiap negara hanya ada satu bank sentral yang dibantu oleh cabang-cabangnya. Di Indonesia fungsi bank sentral dipegang oleh Bank Indonesia yang juga berfungsi sebagai bank sirkulas, bank to bank, dan lender of the last resort. Fungsi bank sirkulasi berarti mengatur peredaran uang negara. Fungsi bank to bank berarti mengatur perbankan negara. Fungsi lender of the last resort berarti sebagai tempat peminjaman yang terakhir.

Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Wilayah operasinya dapat meliputi seluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai keluar negeri (cabang). Bank umum disebut juga bank komersil (commercial bank).

Bank perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Klasifikasi bank berdasarkan kepemilikannya:

1.    Bank milik pemerintah.
Merupakan bank yang akte pendirian maupun modal bank ini sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Ada bank jenis ini yang dimiliki oleh pemerintah daerah tingkat I (propinsi) dan pemerintah daerah tingkat II (kabupaten).
Contoh: Bank Negara Indonesia 46, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Riau dll.

2.    Bank milik swasta nasional.
Merupakan bank yang seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional. Akte pendiriannya dimiliki oleh swasta.
Contohnya: Bank Central Asia, Bank Muamalat, Bank Bumi Putra, dll.

3.    Bank milik koperasi.
Merupakan bank yang saham-sahamnya dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi.
Contoh: Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin).

4.    Bank milik asing.
Merupakan bank yang menjadi cabang dari bank yang ada di luar negeri baik milik swasta asing atau pemerintah asing.
Contoh: Bank of America, ABN AMRO Bank, American Express Bank, dll.

5.    Bank milik campuran.
Merupakan bank yang dimiliki oleh oleh pihak asing dan pihak swasta nasional dengan kepemilikan saham mayoritas dipegang oleh swasta nasional.
Kepemilikan saham bank ini dimiliki pihak asing dan swasta nasional sebagai mayoritas.
Contoh: Sumitomo Niaga Bank, Inter Pacific Bank, dll.

Klasifikasi bank berdasarkan statusnya:

1.    Bank devisa.
Bank jenis ini dapat melakukan transaksi keluar negeri atau menggunakan mata uang asing secara keseluruhan. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ini ditentukan oleh Bank Indonesia.

2.    Bank non devisa.
Bank non devisa merupakan kebalikan dari bank devisa, dan transaksi yang dilakukan masih dalam batas-batas negara.

Klasifikasi bank berdasarkan cara menentukan harga:

1.    Bank konvensional.
Bank ini menggunakan metode penetapan harga sebagai berikut:
-    Menetapkan bunga simpanan dan bunga kredit (spread based).
-    Menetapkan biaya atas jasa bank yang diberikan berdasarkan suatu nominal atau persentasi tertentu (fee based).

2.    Bank syariah.
Bank jenis ini menetapkan harga berdasarkan aturan perjanjian yang sesuai hukum Islam antara Bank dan Nasabahnya. Beberapa metode yang digunakan sebagai berikut:
-    Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah).
-    Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musyarakah).
-    Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah).


14 Januari 2012

Pencatatan dan Penilaian Persediaan


Pencatatan persediaan barang dagangan dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu:
1. Metode fisik (physical system) atau disebut juga metode periodik (periodical system).
2. Metode mutasi persediaan (perpetual system).
Menggunakan metode fisik atau periodical system nilai persediaan barang akan diketahui pada akhir periode dengan cara melakukan pemeriksaan fisik terhadap jenis dan jumlah barang yang tersedia pada tanggal tersebut. Nilai persediaan yang diperoleh dengan cara penghitungan fisik tersebut dicatat sebagai persediaan akhir pada akun persediaan barang dagangan.

Menggunakan metode mutasi atau perpetual system nilai persediaan yang tersedia akan diketahui langsung dari akun persediaan barang dagangan, karena setiap pembelian (barang masuk) dan penjualan (barang keluar) langsung dicatat pada akun persediaan barang dagangan.

Kompleksitas penilaian persediaan barang dagangan akan muncul ketika menjual barang persediaan yang diperoleh dari beberapa kali pembelian dan dengan tingkat harga yang berbeda-beda. Pada tingkat harga berapa harga pokok penjualan akan dihitung? Berapa nilai persediaan akhirnya? Oleh karena itu diperlukan metode penilaian persediaan barang dagangan.

Penilaian persediaan barang dagangan dapat menggunakan metode berikut:
1. Metode identifikasi khusus (special idendification method)
2. Metode rata-rata tertimbang (average method)
3. Metode masuk pertama keluar pertama atau first in first out (FIFO)
4. Metode masuk terakhir keluar pertama atau last in first otu (LIFO)

Metode Identifikasi Khusus
Special Identification Method
Dengan metode ini, setiap unit barang dagangan diberi tanda khusus dengan kode atau nomor tertentu sehingga harga jual atau harga pokoknya dapat diketahui dari kode barang tersebut.

Contoh:
Diperoleh informasi persediaan barang dagangan XY sebagai berikut:
----------------------------------------------------------------------
Tanggal               Pembelian                     Penjualan        Saldo
----------------------------------------------------------------------
02 April 2011     2000 unit @ Rp 400     -                      2000 unit
12 April 2011     6000 unit @ Rp 440     -                      8000 unit
22 April 2011     -                                   5000 unit         3000 unit
----------------------------------------------------------------------

Barang yang dibeli tanggal 02 April 2011 diberi kode XY-A.
Barang yang dibeli tanggal 12 April 2011 diberi kode XY-B.
Sehingga komposisi persediaan barang dagangan sebagai berikut:
No          Kode     Nama                    Jumlah
1              A             Barang XY            2000
2              B             Barang XY            6000

Penjualan tangggal 22 April 2011 sebanyak 5000 unit bisa diambil dari barang A atau dari barang B secara acak. Misal penjualan 5000 unit tersebut diambil dari 1000 unit barang berkode A dan 4000 barang berkode B.

Harga pokok penjualan senilai 2.160.000 dihitung sebagai berikut:
1000 x 400 =    400.000
4000 x 440 = 1.760.000
Total           = 2.160.000

Persediaan akhir senilai 1.280.000 dihitung sebagai berikut:
1000 x 400 =   400.000
2000 x 440 =   880.000
Total           = 1.280.000

Metode Rata-rata Tertimbang
Average Method
Pada metode average harga yang digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan adalah harga rata-rata dari persediaan yang tersedia pada saat penjualan.

Contoh:
Diperoleh informasi persediaan barang dagangan XY sebagai berikut:
----------------------------------------------------------------------
Tanggal              Pembelian                     Penjualan          Saldo
----------------------------------------------------------------------
02 April 2011    2000 unit @ Rp 400      -                      2000 unit
12 April 2011    6000 unit @ Rp 440      -                      8000 unit
22 April 2011    -                                    5000 unit         3000 unit
----------------------------------------------------------------------
Saldo persediaan pada tanggal 12 April 2011 adalah:
2000       unit @ 400          =                 800.000
6000       unit @  440          =             2.640.000
         -------------------------------------------------------
            8000       unit @   430         =             3.440.000
Rata-rata tertimbang dihitung dari 3.440.00 : 8000.
Dengan demikian harga pokok penjualannya adalah 5000 x 430 =2.150.000.
Dan nilai persediaan akhir adalah (8000 – 5000) x 430 = 1.290.000.

Metode Pertama Masuk Pertama Keluar
First In First Out (FIFO)
Metode FIFO berarti persediaan yang pertama masuk (dibeli) akan dikeluarkan (dijual) lebih dahulu.

Contoh:
Diperoleh informasi persediaan barang dagangan XY sebagai berikut:
------------------------------------------------------------------------
Tanggal                Pembelian                      Penjualan           Saldo
------------------------------------------------------------------------
02 April 2011      2000 unit @ Rp 400        -                      2000 unit
12 April 2011      6000 unit @ Rp 440        -                      8000 unit
22 April 2011      -                                      5000 unit          3000 unit
------------------------------------------------------------------------
Saldo persediaan pada tanggal 12 April 2011 adalah:
2000       unit @ 400          =                 800.000
6000       unit @  440          =             2.640.000
         -------------------------------------------------------
           8000                                   =             3.440.000
Setiap penjualan akan diambil dari barang yang pertama dibeli. Jika tidak mencukupi, akan diambil dari barang yang dibeli berikutnya. Begitu seterusnya sampai jumlah penjualan tercapai. Dengan demikian, penjualan 5000 unit akan diambil dari barang dengan harga 400 sebanyak 2000 unit (semuanya), kemudian ditambah dengan barang dengan harga  440 sebanyak 3000 unit.

Harga pokok penjualan senilai 1.120.000 dihitung sebagai berikut:
2000       unit @ 400          =                 800.000
3000       unit @  440          =             1.320.000
         -------------------------------------------------------
           5000                                       =             1.120.000

Persediaan akhir senilai 1.320.000 dihitung sebagai berikut:
                3000 x 440 = 1.320.000
Ingat! Barang dengan harga 400 telah habis dijual dan barang dengan harga 440 telah dijual sebanyak 3000 dan tersisa 3000 unit.

Metode Terakhir Masuk Pertama Keluar
Last In First Out (LIFO)
Metode LIFO berarti persediaan yang terakhir masuk (dibeli) akan dikeluarkan (dijual) lebih dahulu.

Contoh:
Diperoleh informasi persediaan barang dagangan XY sebagai berikut:
---------------------------------------------------------------------------
Tanggal                 Pembelian                       Penjualan            Saldo
---------------------------------------------------------------------------
02 April 2011       2000 unit @ Rp 400        -                        2000 unit
12 April 2011       6000 unit @ Rp 440        -                        8000 unit
22 April 2011       -                                      5000 un             3000 unit
---------------------------------------------------------------------------
Saldo persediaan pada tanggal 12 April 2011 adalah:
2000       unit @ 400          =                 800.000
6000       unit @  440          =             2.640.000
       -------------------------------------------------------
           8000                                   =             3.440.000
Setiap penjualan akan diambil dari barang yang terakhir dibeli. Jika tidak mencukupi, akan diambil dari barang yang dibeli sebelumnya. Begitu seterusnya sampai jumlah penjualan tercapai. Dengan demikian, penjualan 5000 unit akan diambil dari barang dengan harga 440 sebanyak 5000 unit dan masih tersisa 1000 unit lagi.

Harga pokok penjualan senilai 2.200.000 dihitung sebagai berikut:
5000       unit @  440          =             2.200.000

Persediaan akhir senilai 1.240.000 dihitung sebagai berikut:
2000       unit @ 400          =               800.000
1000       unit @  440          =                440.000
        -------------------------------------------------------
           3000                                  =             1.240.000
Ingat! Barang dengan harga 440 masih tersisa 1000 unit dan barang dengan harga 400 masih utuh atau belum terjual.

Contoh lainnya dapat dilihat dan dipelajari dalam latihan soal dan penyelesaian, yaitu Latihan 14.1, Latihan 14.2, dan Latihan 14.3.
Soal dan Penyelesaian.xlsx 

[end]

22 Maret 2011

Membuka File Data

>> seri belajar myob v17

Mengaktifkan Data Akuntansi


Pilih OPEN your company file, hingga muncul kotak dialog Open.
Pada field Look in: pilih/ cari drive atau folder tempat menyimpan file data.
Pada kotak dibawah look in akan terlihat file-file data MYOB yang berekstensi MYO. Pilih salah satu file data yang akan dibuka.
Klik OPEN.

MYOB menampilkan form Sign-on. Masukkan user ID dan password Anda. Biasanya user ID yang pertama muncul adalah Administrator yang punya hak penuh atas sistem dan mengatur hak akses user ID lainnya. Klik OK jika tidak ingin mengubah apapun. Pengaturan user ID dan password dapat diatur dalam Setup Preference Security.

MYOB akan menampilkan form Company File Activation. Tanpa aktivasi, file data hanya dapat digunakan selama 30 hari. Form aktivasi ini akan selalu muncul selama belum melakukan aktivasi file data.
Jika ingin melewati proses aktivasi untuk sementara waktu, klik pilihan yang ketiga: I want to activate my company file later. Lalu klik tombol Continue.
Kemudian muncul pesan jumlah hari yang tersisa sebelum aktivasi. Klik OK.

Berikutnya MYOB menampilkan form Myob Accounting untuk melakukan verifikasi data.
Form verifikasi ini selalu muncul setiap membuka/ mengaktifkan file data akuntansi. Pilih Yes jika ingin melakukan verifikasi dan jika tidak pilih No.
Proses verifikasi ini sama dengan proses checking for errors atau scandisk pada microsoft windows dan proses ini dapat diaktifkan secara manual dari menubar File >> Verify Company File. Kemunculan form verifikasi setiap membuka file data tersebut dapat ditiadakan dengan memberi tanda centang pada pesan: In the future, do not show this message, atau mengatur Setup Preferensi Security.